Showing posts with label Strategi iklan. Show all posts
Showing posts with label Strategi iklan. Show all posts

Strategi Promosi dan Periklanan

Wednesday, July 18, 2012

Ada 5 bentuk promosi yaitu
(1) personal selling,
(2) advertising,
(3) sales promotion,
(4) public relations dan
(5) Publicity.

Masing-masing bentuk memiliki kekhususan sendiri yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari toko.

(1) Personal selling adalah bentuk promosi produk secara langsung kepada calon pembeli yang dianggap potensial oleh suatu perusahaan. Teknis pelaksanaannya dapat melalui tatap muka pada tempat-tempat yang dianggap representatif atau dapat dilakukan melalui telepon, atau mendatangi langsung calon pembeli tersebut.

(2) Advertising, adalah suatu media komunikasi yang bersifat massal dimana suatu sponsor telah menerima sejumlah pembayaran tertentu. Bentuk paling umum yang dapat ditemukan untuk jenis ini yaitu pada televisi dan radio atau pada media cetak (majalah dan surat kabar).

(3) Sales promotion, adalah suatu aktivitas yang dibuat sedemikian rupa untuk menjadi pelengkap advertising dan sekaligus sebagai media yang dapat memudahkan personnal selling.

(4) Public relations, memiliki ruang lingkup yang lebih luas dan lebih mengarah ke pembentukan opini bagi perusahaan dan produk yang dihasilkan.

(5) Publicity, yaitu bentuk khusus dari public relations dimana intinya adalah terdapat berita atau perkembangan terbaru dari suatu perusahaan atau produk.

Tujuan promosi
Secara umum, perusahaan melakukan promosi dengan tujuan untuk dapat lebih memberikan informasi kepada pengambil keputusan yaitu pembeli pada saat proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Selain itu untuk lebih memberikan penekanan pada ciri khas suatu produk dan mengajak pembeli-pembeli yang potensial.

Dalam konteks pengetahuan ekonomi, tujuan promosi adalah untuk mengubah lokasi dan bentuk dari kurva permintaan (demand/revenue). Secara singkat promosi ditujukan untuk lebih menarik minat para pembeli punya prospek dan potensial.

FUNGSI IKLAN
Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan
keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya.
Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah (1982:60)
setidaknya harus memenuhi kriteria AIDCDA yaitu:
- Attention : mengandung daya tarik
- Interest : mengandung perhatian dan minat
- Desire : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
- Conviction : menimbulkan keyakinan terhadap produk
- Decision : menghasilkan kepuasan terhadap produk

Sumber : http://nadiakurniapemasaran.blogspot.com/


Baca artikel selengkapnya ....

Bagaimana Memotivasi Orang menjadi Pelanggan

Monday, June 20, 2011

Jika anda memiliki sebuah bisnis, baik itu bisnis besar maupun kecil, offline maupun online, apa cara yang akan anda lakukan agar target pasar anda tahu tentang produk anda? Apa tujuan yang ingin anda dapatkan dari bisnis anda? Ini semua harus jelas apabila kita ingin menjalankan bisnis yang menguntungkan. Kunci dari suatu bisnis yang berhasil terletak pada 2 hal. Pertama adalah pola pikir sang pemilik bisnis tersebut. Kita bisa menjadi apa yang kita pikirkan, jadi jika kita ingin sukses, kita harus membentuk dan memiliki pikiran2 orang sukses terlebih dahulu, secara otomatis sikap dan tindakan kita akan membentuk kita mengarah ke tujuan di mana pikiran kita berada. Jadi di mana kita mau menempatkan pikiran2 kita? Itu pilihan kalian. Yang kedua adalah marketing.

Apa itu marketing? Dalam bukunya “Motivational Marketing: How to Effectively Motivate Your Prospects to Buy Now, Buy More, and Tell Their Friends Too!”, Robert Imbriale menyatakan bahwa marketing itu proses melakukan apa yang kita bisa untuk mempermudah orang untuk menukarkan uang mereka dengan produk / jasa kita. Oleh karena itu, kita harus tahu dulu alasan mengapa orang ingin menukarkan uang mereka dengan sesuatu atau membeli sesuatu. Menurut Robert, orang membeli sesuatu itu bukan berdasarkan kebutuhan, tetapi lebih berdasarkan keinginan emosional. Contoh: Jika kebutuhan kita adalah untuk mengetahui waktu, kita dapat membeli jam tangan merek apa saja, tetapi ada orang yang rela membeli jam tangan Rolex yang sangat mahal harganya. Kenapa? Karena bagi sebagian orang, dengan menggunakan jam tangan Rolex, keinginan emosionalnya terpenuhi, dalam hal ini mungkin harga dirinya merasa meningkat, merasa lebih penting, merasa kaya, dll yang tidak bisa diterima dengan logika orang lain, karena orang lain tidak merasakan keinginan emosional yang sama.

Jadi Robert menganjurkan apapun bentuk marketing kita harus selalu menggunakan motivasi emosional. Ada 5 macam motivasi emosional yaitu:

1. Ketakutan

Memberikan kesan bahwa jika mereka tidak membeli barang ini maka mereka akan merasa rugi sekali. Contoh: Promo hanya berlaku hari ini, persediaan terbatas (pembeli akan merasa takut kehabisan), tahukah bahwa mayoritas orang memiliki sel kanker dalam tubuhnya walaupun kecil? (menimbulkan ketakutan sehingga orang akan tertarik untuk membeli dalam hal ini misalnya supplemen kesehatan).

2. Cinta

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, jadi sudah naluri alamiah bahwa orang ingin bersosialisasi dan merasakan cinta. Contoh: Gabung bersama kami sekarang juga (memberikan kesan bahwa kita sama seperti target anda), iklan dengan wanita seksi, atau pasangan mesra (membangkitkan naluri alami manusia untuk merasakan cinta).

3. Gratisan atau Diskon

Hampir semua orang suka dengan yang namanya gratisan dan diskon, asalkan sesuatu yang ditawarkan tersebut memang memiliki nilai berarti. Contoh: Dapatkan E-book Gratis, Beli 1 Gratis 1.

4. Menghasilkan Uang tanpa Usaha

Ini seringkali terjadi terutama di internet, hampir semua orang ingin menghasilkan uang tanpa perlu bersusah2, oleh karena itu sangat banyak sekali penipuan yang terjadi di internet, tetapi jika digunakan dengan benar, ini akan sangat mendorong seseorang untuk membeli. Contoh: Kamu dapat menyimpan puluhan juta rupiah utk biaya rumah sakit, jika mengkonsumsi supplemen kesehatan ini (Dalam hal ini seperti menghasilkan puluhan juta rupiah di masa depan ketika sakit hanya dengan minum supplemen yang relatif mudah tanpa usaha).

5. Membuat Impian Menjadi Kenyataan

Semua orang memiliki impian mereka masing2, apapun bentuknya jika iklan marketing anda menyentuh emosi ini, maka mereka akan tergerak untuk membeli produk anda. Contoh: Miliki segera rumah impian (yang memang memiliki impian punya rumah sendiri), Dapatkan bentuk tubuh ideal (yang memang memiliki impian punya tubuh bagus).

Robert sangat menganjurkan untuk menggunakan minimal satu, dan sebisa mungkin menggunakan semua motivasi emosional di atas dalam apapun bentuk marketing kita. Karena hal-hal di ataslah yang sebenarnya memacu orang untuk membeli suatu produk.

Cara yang bagus untuk membuat suatu iklan adalah dengan membuat daftar fitur dari produk kita terlebih dahulu, kemudian dari fitur tersebut diterjemahkan menjadi keuntungan bagi pelanggan. Keuntungan ada 2 yaitu keuntungan langsung dan keuntungan tidak langsung. Contoh: Pil diet, keuntungan langsungnya adalah mengurangi berat badan, keuntungan tidak langsungnya adalah mendapatkan bentuk tubuh ideal, bisa menggunakan pakaian idaman, lebih sehat, lebih menarik bagi lawan jenis. Nah, keuntungan tidak langsung inilah yang kita harus tunjukkan dalam iklan kita.

Contoh: fitur push mail pada handphone, dengan fitur ini kita ingin menekankan keuntungan tidak langsung dalam iklan kita, misalnya akses setiap saat pada email, mempermudah komunikasi bisnis melalui email, menghemat biaya sms.

Mungkin ini saja dulu untuk artikel kali ini, jika ingin mengetahui lebih dalam tentang ‘motivational marketing’, silakan baca sendiri ya bukunya. Bagi yang memang kurang suka membaca buku, semoga artikel di atas bisa cukup memberikan informasi yang berguna tentang bisnis dan marketing.

By: Steven Junaidi

Sumber : http://www.prinsipsukses.com/2010/11/bagaimana-memotivasi-orang-menjadi-pelanggan.html
.


Baca artikel selengkapnya ....

Perumusan Strategi Iklan Berbasis Kreatifitas

Wednesday, March 2, 2011

Perumusan Strategi
Setelah strategi pesan ditentukan maka selanjutnya adalah menciptakan sesuatu secara kreatif, maksudnya adalah bagaimana cara menyampaikan sebuah pesan yang telah ditentukan dengan gaya yang berbeda sehingga dapat menarik perhatian sasaran. Gaya juga berfungsi sebagai pemicu ingatan, pemancing untuk membuat orang ingat kembali. Secara otomatis gaya merupakan asosiasi terhadap identitas merek (Sutherland & Alice K, 2005).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat perumusan kreatifitas iklan (Durianto, dkk, 2003) :
- Directed Creativity
Kreatifitas yang dibuat harus sesuai dengan what to say yang telah ditentukan. what to say ini adalah inti pesan yang ingin disampaikan kepada sasaran, tertuang dalam strategi kreatif dalam bentuk Creative Brief yang dibuat oleh tim kreatif.
- Brand Name Exposure
Brand Name Exposure terdiri dari individual brand name dan company brand name. Brand Name Exposure dianggap penting karena bertujuan untuk mendapatkan brand awareness.
- Positive Uniqueness
Iklan yang efektif harus mampu menciptakan asosiasi yang positif. Pertama-tama iklan harus efektif, kemudian kreatif. Iklan akan menjadi sia-sia jika hanya sekedar kreatif tapi tidak efektif dan menimbulkan asosiasi yang salah dibenak sasaran.
Pesan yang mudah diingat dengan baik adalah yang berkaitan dengan asosiasi indra (Visual), konteks emosional (Cinta, kebahagiaan dan keadilan), kualitas yang menonjol atau berbeda, asosiasi yang intens, dan hal-hal yang memiliki keutamaan pribadi (Suyanto, 2004).
- Selectivity
Berkaitan dengan pesan yang disampaikan kepada sasaran dan endoser sebagai pembawa pesan dari iklan tersebut.

Berdasarkan perumusan tersebut di atas maka sebuah pesan periklanan yang disampaikan dengan gaya yang berbeda harus memiliki nilai-nilai, yaitu (Hakim, 2005) :
- Simple
Sebuah iklan haruslah simple. Kata simple sering diartikan sederhana, sebagai sesuatu yang dapat dimengerti dengan sekali lihat, tidak banyak elemen tapi komunikatif.
- Unexpected
Iklan yang unik dan tidak terprediksi akan memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dalam otak manusia sehingga mudah diingat.
- Persuasive
Iklan dengan daya bujuk yang kuat akan menggerakkan konsumen untuk dengan dengan brand dan tertarik untuk mencobanya.
- Relevant
Ide harus tetap relevan baik dari sisi rasionalitas maupun dari produknya dan harus ada korelasi dengan positioning dan personality brand.
- Entertaining
Entertaining bukan berarti lucu, dalam skala yang lebih luas berarti harus mampu mempermainkan emosi konsumen. Emosi inilah yang akan mengangkat simpati konsumen terhadap produk
- Acceptable
Yang menilai sebuah iklan adalah konsumen, oleh karena itu penerimaan mereka terhadap iklan harus diperhatikan.

Menemukan Ide Kreatif

1. Convention
Analisislah kebiasaan ide iklan suatu produk di kategori yang sama. Ditahapan ini kita berfikir inside the box. karena sebelum kita berfikir outside the box kita harus tau dulu seperti apa inside-nya baru kemudian mencari outside-nya.
2. Disturbtion
Ditahapan inilah kita baru berfikir out side the box, mencari sesuatu yang di luar kebiasaan.Buat daftar ide sebanyak-banyaknya.
- Inkubasi: bagian dari ‘stress’, hang ! Tips-nya: Harus keluar dari masalah (refreshing) asal jangan terlalu lama. Diskusikan dengan rekan kerja atau teman ‘Brainstorming’.
- Iluminasi: Tahap “AHA!” Atau “EUREKA!” Sebuah ide Timbul dan memberikan semangat untuk melaksanakan Ide!
3. Kembali ke visi iklan (Brief yang di buat)
Dari daftar ide yang ditemukan, mana yang relevan dengan visi iklan dan sesuai brief?
.


Baca artikel selengkapnya ....

Strategi Iklan : Marketing Brief & Creative Brief

Thursday, February 3, 2011

Strategi Periklanan
Strategi iklan memegang peranan vital dalam penentuan keberhasilan iklan. Strategi iklan merupakan dasar membangun merek, dan strategi iklan menjaga agar periklanan dan elemen pemasaran berada dalam jalur yang tepat serta membangun kepribadian merek dengan jelas dan konsisten. Strategi iklan mewakili jiwa sebuah merek dan menjadi elemen penting untuk keberhasilan (Roman, Maas & Nisenholtz, 2005).

Strategi iklan harus mampu menjawab pertanyaan dasar dari rancangan sebuah kampanye periklanan yang dirumuskan dalam 5W + 1H (Suhandang, 2005) yaitu :
- What : apa tujuan iklan ?
- Who : siapa khalayak yang akan dijangkau ?
- When : kapan iklan dipasang ?
- Where : di mana iklan dipasang ?
- Why : mengapa harus demikian ?
- How : bagaimana bentuk iklannya ?

Tujuan dari strategi iklan adalah usaha untuk menciptakan iklan yang efektif, oleh karena itu selain rumusan pertanyaan 5W + 1H maka pengetahuan yang cukup tentang produk, persaingan pasar atau kompetitor dan analisis mendalam tentang konsumen merupakan kunci pokok yang harus diketahui oleh pemasar sebelum merumuskan sebuah strategi (Batey, 2003)

a. Marketing Brief
Hal yang paling pertama sebelum strategi iklan dirumuskan adalah pengetahuan tentang produk. Informasi mengenai produk atau jasa yang akan diiklankan, termuat dalam marketing brief yang dibuat oleh klien (Madjadikara, 2004).

Informasi tersebut biasanya meliputi :
- Brand
Merupakan penjelasan apakah merek tersebut adalah merek baru atau merek yang telah lama ada di pasar
- Product knowledge
Penjelasan singkat tentang fitur yang terkandung dalam produk
- Diferensiasi
Keunggulan yang membedakan antara produk yang bersangkutan dengan kompetitor
- Target Audience
Yaitu segmentasi yang dimaksud oleh suatu produk yang akan diiklankan. Kelompok mana yang akan menjadi target market suatu produk tersebut.
Ketahui Target Audience, pahami betul bagaimana mereka berpikir, bertindak, berperilaku. Amati pola pergaulan mereka. Dengarkan bagaimana mereka berbicara. Apa yang membuat mereka tertarik untuk mendengar. Benda serta warna apa yang bisa membuat mereka menolehkan mata. Kesempatan kita untuk bisa memenangkan perhatian konsumen adalah dalam hitungan detik!
- Analisis SWOT
Tujuan analisis SWOT adalah untuk menganalisis suatu produk yang dibandingkan dengan produk pesaing, serta kondisi dan kecenderungan pasar.
- Kompetitor
Produk apa yang menjadi kompetitor dari produk yang akan diiklankan. Dari situ bisa dilihat apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari produk yang akan diiklankan dan produk kompetitornya. juga bisa melihat seperti apa iklan terakhir dari kompetitor tersebut.

b. Creative Brief
Strategi iklan didefinisikan dengan jelas untuk menstimulasi tujuan yang besar yang tertuang dalam rangkuman kreatif atau creative brief yang dibuat untuk agensi dalam menciptakan iklan. Rangkuman kreatif merupakan jembatan strategi iklan dengan kreatifitas periklanan, rangkuman kreatif mewakili situasi sekarang, kompetisi, kondisi pasar dan pertimbangan media.

Rangkuman itu menjadi strategi hidup dan memberikan pandangan penting bagi tim kreatif untuk menetapkan strategi dan menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye periklanan.

Masing-masing agensi periklanan mempunyai model rangkuman kreatif yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan produk yang akan di iklankan. Tidak ada model pemasaran yang begitu kaku sehingga anda tak dapat berubah. Tidak ada rumus pemasaran yang begitu ketat sehingga setiap perubahan dilarang. Hanya pedoman strategi tidak boleh berubah sedangkan pedoman taktisnya berupa rangkuman kreatif boleh berubah (Batey, 2003)

Inilah Strateginya…
Hal yang paling sulit adalah justru hal yang paling sederhana dari proses pembuatan iklan itu sendiri. Yaitu, Pesan!
Dalam Teori Ilmu Komunikasi, kepenerimaan komunikee akan pesan yang disampaikan oleh komunikator menjadi dasar penilaian akan keberhasilan suatu proses komunikasi. Untuk menentukan pesan apa yang akan disampaikan bukanlah sesuatu yang mudah.
Kecenderungan client adalah ingin memasukkan sebanyak mungkin pesan. Pihak agency biasanya akan berdalih bahwa komunikasi yang bagus itu adalah yang single message. Tapi untuk menentukan single message itu gimana? Terutama untuk produk paritas dengan USP yang notabene sama dengan produk kompetitor.
.


Baca artikel selengkapnya ....

Beriklan : nafas dunia marketing

Sunday, September 12, 2010

Beriklan adalah nafas dalam dunia marketing, sesuai dengan konsep 4P yaitu : product, place, price dan promotion. Iklan berada pada akar dari elemen promosi, sering sekali kita mendengar orang-orang menggunakan kata-kata iklan dan promosi secara berganti-ganti bahkan oleh profesional sekalipun. Sebenarnya dalam penggunaan biasa promosi adalah semua yang dilakukan untuk membantu penjualan produk atau jasa di setiap tempat jaringan penjualan. Sebaliknya secara teknis iklan adalah konsep promosi yang bertanggungjawab penuh pada ruang atau cetak dan bersifat langsung.

Konsep marketing tidak hanya ditemukan di suatu organisasi dan lembaga yang menawarkan produk atau jasa dimana keuntungan finansial menjadi taget utama dalam memproduksi apa yang mereka tawarkan dan keuntungan finansial tersebutlah yang membuat mereka menjadi membutuhkan iklan untuk apa yang mereka jual. Secara luas iklan juga dapat dimanfaatkan untuk mencari keuntungan lain yang dalam definisi informasi terhadap gejala yang terjadi di masyarakat. Sebagai contoh : kenaikan BBM atau informasi tentang kenaikan tarif listrik. Iklan adalah komunikasi, iklan adalah jembatan antara produsen dengan masyarakat, maka iklan tentu saja harus lebih dari suatu fasilitas pemberi informasi pada khalayak. Iklan harus mampu membujuk khalayak untuk berperilaku sedemikian rupa, sesuai dengan strategi pemasaran untuk mencetak keuntungan. Dan pemasaran tidak dapat dilepaskan dari elemen-elemen yang terdapat di dalam pemasaran itu sendiri, yaitu : produk, harga, tempat dan promosi. Dan iklan terdapat dalam elemen promosi.

Iklan adalah informasi dan informasi didalam suatu iklan haruslah mengena dan membuat khalayak memberikan respons ketertarikan untuk membaca dan memperhatikan informasi tersebut sebelum akhirnya melakukan sinyal dan gerakan untuk membeli atau terbujuk lalu melakukan sesuatu sesuai dengan informasi di dalam iklan tersebut.

Untuk membuat masyarakat tertarik maka iklan haruslah terkemas dengan baik, agar memiliki daya tarik, untuk itu sebuah iklan harus terkonsep secara kreatif melalui seluruh elemen yang ada didalam iklan tersebut, baik itu dari segi visual, naskah ataupun pesan yang ingin di keluarkan sebelum akhirnya masuk ke dalam pemilihan media yang tepat dengan target khalayak.

Menurut Huntlay Baldwin, ada beberapa garis besar untuk suatu iklan atau fokus iklan, yang meliputi :

A. Rational : yaitu iklan yang dibuat haruslah menawarkan informasi yang masuk akal.

B. Serious : iklan yang ditampilkan menunjukkan suatu pemecahan yang serius atas persoalan yang serius pula, sehingga menunjukkan hubungan sebab akibat.

C. Humorous : iklan yang menujukkan pendekatan yang digunakan karena lebih disukai untuk menarik minat khalayak karena menggunakan pendekatan dari sisi-sisi humor yang ditunjukkan lewat visual, dialog atau kata-kata.

E. Realitis : yaitu menjanjikan sesuatu yang nyata atau riil dari produk tersebut atau melakukan pembuktian kepada konsumen secara langsung dan tanpa manipulasi.

F. Exagrated : adalah iklan yang menggunakan penyajian hiperbola atau melebih-lebihkan suatu produk

Menurut Rhenald Kasali, iklan adalah pesan yang menawarkan produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media dan manfaat terbesar dari iklan adalah membawa pesan yang ingin disampaikan oleh produsen kepada khalayak ramai. Terkadang pesan yang disampaikan oleh iklan di plot sehingga membuat masyarakat untuk berperilaku konsumtif, tetapi sebenarnya iklanpun mampu berperan banyak ketika masyarakat membutuhkan informasi dari pemerintah atau menerima pesan untuk suatu gejala social budaya yang terjadi pada masyarakat secara edukatif dan informatif.

Iklan adalah ujung tombak, dalam hal ini adalah salah satu dari bagian penting pada proses tercapainya kesuksesan suatu program sosialisasi, dengan kata lain iklan memegang peranan dalam mencapai tujuan produsen atau si pengirim pesan utama. Untuk itu dalam penyampaiannya iklan selalu menggunakan teknik tertentu untuk mencapai tujuannya. Antara lain :

1. Penjualan ide yang merupakan garansi andalan, terkait dengan masa berlakunya suatu barang atau jasa untuk jangka waktu yang panjang
2. Penyebaran ide perihal keuntungan pihak komunikan bila menerima ide sebagaimana dianjurkan oleh komunikator berupa penggunaan barang atau jasa yang di sarankan serta kelebihan yang diperoleh dari penggunaan barang atau jasa tersebut
3. Karena itulah bertitik tolak dari penjualan suatu ide maka karakter suatu produk atau jasa yang dijual harus dapat ditemukan oleh si perancang iklan. Ketika kita berbicara masalah iklan yang dibuat harus mencerminkan isi pesan dan karakter dari produk yang di jual, maka kita harus mengerti apa sesungguhnya fungsi iklan.

Iklan berfungsi untuk :
1. Menghadapi dan mengatasi kompetisi
2. Menunjang penjualan dalam jangka waktu pendek atau panjang
3. Merebut share of mind
4. Membuka dan memupuk market segmen baru
5. Memperkenalkan produk atau jasa kepada masyarakat
6. Memelihara loyalitas konsumen
7. Memupuk imej atau good will
8. Mengatasi natural decline
9. Mempengaruhi keputusan konsumen
10. Mengumumkan perubahan atau perbaikan pada produk tertentu
11. Memberikan dukungan pada hasil produksi
12. Membuka pada sales forces
13. Memberitahu yang memproduksi dan di mana dapat diperoleh
14. Mendukung usaha promosi
15. Memberikan patokan terhadap perencanaan target produksi

Sumber: http://ramakertamukti.wordpress.com/
.


Baca artikel selengkapnya ....

Menyusun Strategi Pemasangan Iklan

Monday, August 23, 2010

Strategi pemasangan iklan meliputi dua unsur utama yakni:
menciptakan pesan iklan dan memilih media tempat memasang iklan.

Strategi pemasangan iklan perlu difahami dan diterapkan dengan baik, karena biaya iklan nyatanya memang sangat tinggi. Sehingga jangan sampai biaya besar tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Menciptakan Pesan Iklan

Pesan iklan yang efektif menentukan efektif tidaknya iklan tersebut diluncurkan dan menapat tanggapan memuaskan dari audience. Kenyataan menunjukkan, sebagian besar penonton televise misalnya, memutuskan mengganti sluran saat iklan ditayangkan.

Sehingga pemasar perlu jeli memilih dan menentukan epsan iklan yang disampaikan. Iklan yang disajikan harus merupakan “suguhan imaginative, interaktif, menghibur dan bermanfaat”.

Iklan yang dibutuhkan saat ini adalah iklan yang tidak melulu menjual, tapi juga menghibur.
.


Baca artikel selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Academics Blogs Academics Top Blogs blogarama - the blog directory Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits! Media Promosi

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP