Showing posts with label Pesan Iklan. Show all posts
Showing posts with label Pesan Iklan. Show all posts

Kekuatan Semiotika Dalam Pesan Iklan

Saturday, June 16, 2012

Rangkaian pesan dalam sebuah iklan tidak terlepas dari teks dan visual, kedua komponen yang saling mengisi antara satu dengan lainnya dan pada akhirnya memiliki arti tersendiri bagi para penerima pesan tersebut.

Pesan iklan yang melibatkan teks dan visual dapat dikategorikan sebagai saluran komunikasi (channel) non personal. Proses penyampaian pesan yang tidak mendapatkan respon dan umpan balik secara langsung dari para penerima pesannya yaitu pembaca iklan. Tetapi kita tidak akan membahas seberapa besar pengaruh pesan sebuah iklan terhadap pembacanya. Kita akan mencoba memahami bagaimana pesan mempengaruhi benak pikiran pembacanya melalui semiotika.

Semiotika merupakan sebuah teori pemikiran filsafat yang awalnya berkembang di Eropa dan Amerika. Secara etimologis istilah semiotika berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti ’tanda’ atau ” seme”, yang berarti ”penafsir tanda”. Semiotika merupakan sebuah studi tentang tanda / makna dan cara tanda-tanda / makna-makna itu bekerja (Sobur, 2004:12). Istilah semiotika lebih dikenal pada filsuf filsafat Amerika dan di Eropa justru lebih dikenal dengan semiologi.

Semiotika menjadi sebuah kekuatan yang menerpa pikiran para pembaca iklan. Tanda / makna dalam sebuah pesan iklan yang tampil dalam bentuk visual akan memberikan dan membangun sebuah penafsiran tersendiri dibandingkan teks bagi para pembacanya. Seorang manusia percaya dengan apa yang ia lihat dan pahami, yaitu wujud visual. Lain halnya dengan teks sebagai wujud bentuk ungkapan yang harus dibaca dari sebuah bahasa yang hanya dimengerti oleh masyarakat tertentu.

Seorang yang tidak dapat membaca pasti akan memahami wujud visual yang di lihatnya. sebuah wujud visual yang diketahuinya berdasarkan pengalaman hidupnya.

Semiotika dalam sebuah pesan iklan akan memberikan pemahaman sebuah kenyataan / realitas kepada pembaca iklan. Semiotika akan menanamkan (encoding) pemahaman sebuah kenyataan yang pada akhirnya tidak dapat dipungkiri oleh pembaca iklan.

Jika kita mendengar sebuah produk rokok dengan merk “Malboro”, maka kita setuju akan persepsi sebuah rokok untuk kalangan pria yang tangguh. Produk rokok “Malboro” berhasil meraih masuk dalam pikiran manusia diseluruh belahan dunia, yang semuanya tidak terlepas dari unsur semiotika dalam pesan iklannya.

Michael Solomon menyatakan 3 hal penting dalam semiotika iklan “Malboro”, yaitu obyek, tanda dan interpretasi.

Jika di tinjau dari sisi obyek iklan “Malboro” merupakan pernyataan sebuah produk rokok. Di tinjau dari sisi tanda iklan “Malboro” menyatakan sebagai produk rokok bagi pria tangguh ala eropa, yang di wakili oleh visual koboi menunggang kuda. Di tinjau dari sisi interpretasi iklan “Malboro” menyatakan sifat individualisme dan eksklusif bagi pemakainya. Indivisualisme di gambarkan seorang koboi berkuda seorang diri di lapangan rumput yang luas.

Disadari bahwa iklan “Malboro” telah mempengaruhi para pemakainya diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Rokok “Malboro” memiliki nilai eksklusif dibandingkan produk rokok merek “Gudang Garam” maupun “Jarum”.

Terbukti semiotika pada iklan “Malboro” telah mempengaruhi benak pikiran para pemakainya. Adakah bentuk komunikasi yang lebih baik dari semiotika?

Daftar Pustaka

Belch George, Michael. 2003. Advertising and Promotion:An Integrated Marketing Communication Perspective Sixth Edition. New York. The McGraw−Hill Companies.

Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/


Baca artikel selengkapnya ....

Menetapkan Pesan Periklanan

Monday, June 4, 2012

Faktor kreativitas dalam beriklan lebih penting daripada biaya untuk beriklan. Pengiklan melalui 3 tahap untuk mengembangkan strategi yang kreatif, yaitu penerus pesan (message generation), evaluasi dan pemilihan pesan (message evaluation and selection), dan pelaksanaan pesan (message execution).

a. Penerus Pesan
Secara prinsip pesan produk seharusnya diputuskan sebagai bagian dari pengembangkan konsep produk, yaitu menyatakan keuntungan utama yang ditawarkan brand. Ada 2 cara untuk mendaptkan pertimbangan beriklan :
Dengan cara induksi, yaitu berdiskusi dengan konsumen (sumber utama gagasan), dealer, ahli, dan pesaing.
Dengan cara deduksi, yaitu menggunakan kerangka kerja untuk mendapatkan pesan periklanan.

b. Evaluasi dan Pemilihan Pesan
Iklan yang baik biasanya berfokus pada satu dalil utama penjualan. Twedt menyarankan bahwa pesan harus disusun atas kemampuan diinginkan (sesuatu yang menarik dari produk), keekslusifan (sesuatu yang berbeda yang tidak dapat ditemukan dalam brand yang lain) dan dapat dipercaya.
Tse, Belk dan Zhou menemukan bahwa pesan iklan di Asia berbeda berdasarkan tingkat perkembangan ekonomi. ideologi politik dan pelatihan dan filosofi bisnis.

c. Pelaksanaan Pesan
Pengaruh pesan bergantung tidak hanya pada apa yang dikatakannya, tetapi juga bagaimana mengatakan pesan tersebut. Ada 2 maksud pesan, yaitu rational positioning (menggambarkan kegunaan rasional dari poduk dan emotional positioning (menggambarkan hal yang baik menurut perasaan tentang suatu produk).
Pelaksanaan pesan sangat menentukan dalam produk yang sangat mirip, seperti detergent, rokok, dan kopi. Pengiklan juga menyiapkan pernyataan copy strategy yang menggambarkan tujuan, isi, dukungan dan nada dari iklan yang diinginkan. Semua pesan dapat disajikan dalam gaya pelaksanaan yang berbeda:
* Sepotong kehidupan : menggambarkan satu atau lebih orang yang menggunakan produk tersebut dalam kehidupan normal. Contoh : iklan 3 generasi dari Pepsodent.
* Gaya hidup : menekankan bahwa produk itu cocok dengan satu gaya hidup. Contoh : iklan rokok yang menggambarkan pria tampan yang perkasa.
* Fantasi : membuat satu khayalan sekitar produk atau kegunaannya. Contoh : dengan Visa Card kita dapat berkeliling dunia tanpa membawa uang banyak..
* Mood atau citra : membangun mood atau citra sekitar produk itu, seperti kecantikan, cinta atau ketentraman. Contoh : iklan Cathay Pacific.
* Musikal : menggunakan latar belakang musik atau menggambarkan satu atau lebih orang atau karakter kartun menyajikan sebuah lagu yang melibatkan produk tersebut.
* Simbol kepribadian : menggunakan satu karakter (bisa animasi atau riil) yang melambangkan produk tersebut. Contoh : Marlboro Man, Ronald McDonald.
* Keahlian teknikal : menggambarkan keahlian dan pengalaman perusahaan dalam membuat produk tersebut. Contoh : iklan Hitachi menyebutkan perusahaan membuat 20,000 produk itu.
* Bukti ilmiah : mrnggambarkan survey atau bukti ilmiah bahwa brand yang diiklankan lebih baik daripada lainnya. Contoh : iklan Pocari menyebutkan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
* Bukti kesaksian : menggambarkan sumber yang ahli, terpandang dan dapat dipercaya yang mengakui keunggulan produk tersebut.

Kreativitas diperlukan untuk judul (headline). Ada 6 tipe dasar dari headline:
* berita (news)
* keingintahuan (curiosity)
* naratif (narrative)
* perintah (command)
* 1-2-3 jalan (1-2-3 ways)
* bagaimana-apa-mengapa (how-what-why)

Elemen-elemen susunan iklan, seperti ukuran, warna dan ilustrasi juga penting agar penikmat iklan bisa membedakan iklan tersebut dari iklan lainnya. Menurut penelitian, hal-hal yang paling penting dalam beriklan menurut urutannya adalah : gambar, headline dan isi/tulisan iklan.

Sumber : http://www.angelfire.com/


Baca artikel selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Academics Blogs Academics Top Blogs blogarama - the blog directory Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits! Media Promosi

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP