Showing posts with label Prinsip Iklan. Show all posts
Showing posts with label Prinsip Iklan. Show all posts

Prinsip dalam Membuat Iklan yang Efektif

Monday, January 2, 2012

Ada beberapa variabel atau faktor yang perlu dipertimbangkan ketika membuat sebuah iklan. Faktor-faktor tersebut adalah pemborosan, jangkauan, frekuensi, lamanya pesan, dampak persuasif dan clutter.

Pemborosan merupakan bagian dari pemirsa yang bukan menjadi target pasar perusahaan. Karena media masa menarik pemirsa, pemborosan menjadi faktor yang signifikan dalam pemasangan iklan. Sebagai contoh, perusahaan berencana untuk memasang iklan kamera digital baru di majalah khusus untuk para fotografer pemula.

Berdasarkan penelitian, perusahaan menemukan bahwa 450.000 pembaca akan memiliki ketertarikan pada kamera baru, dan 50.000 lainnya tidak akan tertarik. Yang terakhirlah yang mewakili pemborosan untuk iklan pada film tersebut.

Jangkauan mengacu pada jumlah penonton atau pembaca di antara para pemirsa. Untuk televisi dan radio, jangkauan merupakan jumlah total orang-orang yang terpapar iklan. Untuk media cetak, jangkauan memiliki dua komponen, yaitu sirkulasi dan tingkat passalong. Sirkulasi adalah jumlah salinan yang terjual atau didistribusikan ke pelanggan. Tingkat passalong adalah jumlah setiap salinan yang ditempatkan di pembaca lain. Sebagai contoh, setiap salinan Newsweek yang dibaca oleh sekitar 6 orang.

Frekuensi adalah seberapa sering media dapat digunakan. Yang terbesar adalah surat kabar, radio, dan televisi, dimana iklan dapat muncul setiap hari dan strategi iklan dapat diubah dengan mudah. Frekuensi yang paling sedikit adalah penggunaan direktori telepon, iklan di luar, dan majalah. Iklan di Yellow Pages dapat dipasang dan diubah hanya sekali per tahunnya.

Pesan permanen mengacu pada jumlah eksposur yang dihasilkan satu iklan dan seberapa lama hal tersebut bertahan dengan penonton. Iklan luar ruangan, iklan transit, dan direktori telepon menghasilkan banyak eksposur untuk setiap iklannya. Sebagai tambahan, banyak majalah yang tetap bertahan dengan pelanggannya untuk jangka waktu yang lama. Di sisi lain, iklan radio dan televisi hanya bertahan selama 5 sampai 60 detik dan setelah itu berakhir.

Pengaruh persuasif adalah kemampuan media untuk merangsang konsumen. Televisi seringkali memiliki pengaruh persuasif yang tinggi karena mampu menggabungkan suara, video, warna, animasi, dan tampilan lainnya. Majalah juga memiliki pengaruh persuasif yang tinggi. Banyak surat kabar yang meningkatkan teknologinya untuk memberikan fitur iklan berwarna dan meningkatkan pengaruh persuasif mereka.

Clutter melibatkan jumlah iklan yang terkandung dalam sebuah program tunggal, dan lain-lain dari sebuah media. Clutter bernilai rendah jika jumlah iklan yang disajikan terbatas, seperti Hallmark menempatkan beberapa iklan yang tersebar di beberapa televisi spesial.

Clutter bernilai tinggi jika banyak iklan yang disajikan, seperti sejumlah besar iklan supermarket pada surat kabar khusus edisi hari Rabu. Jaringan televisi yang dikritik karena mengijinkan terlalu banyak clutter, terutama yang memungkinkan perusahaan untuk mensponsori iklan yang sangat singkat (misalnya 15 detik atau lebih cepat), kini semakin meningkat.

Referensi:
Joel R. Evans and Barry Berman, Marketing in the 21st Century, Atomic Dog Publishing.
Sumber : http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/07/prinsip-dalam-membuat-iklan-yang-efektif/


Baca artikel selengkapnya ....

10 Prinsip Iklan yang Baik

Wednesday, June 22, 2011

1. Consumer Orientated
Menjawab kebutuhan konsumen, dengan bahasa yang mudah dimengerti. Gunakan bahasa yang biasa digunakan target konsumen, bukan bahasa pengelola atau penyewa gedung.

2. Konsentrasi pada satu ide penjualan
Jangan terpecah-pecah dengan terlalu banyak pesan yang ingin disampaikan. Ini akan memberikan dampak yang membingungkan. Fokuslah pada satu kelebihan/keinginan konsumen (Bukan berarti di dalam iklan hanya boleh ada satu “Claim” saja)

3. Konsentrasi pada ide yang paling berpengaruh
Hal ini harus merupakan kunci pembuka ke dalam pikiran konsumen. Riset harus memastikan hal ini benar-benar penting bagi si konsumen.

4. Harus merupakan idea yang unik dan mampu bersaing
Berisikan janji keuntungan/kelebihan yang unik, kwalitas yang unik, kwantitas yang unik.

5. Melibatkan konsumen
Mendapat perhatian dan mempertahankan perhatian konsumen yang sangat pribadi. Menarik perhatian konsumen dengan sendirinya. Memecahkan masalah konsumen. Dapat mendorong motivasi konsumen baik rasio maupun hatinya.rasio maupun hatinya.

6. Dapat dipercaya dan tulus
Harus benar. Konsumen harus merasa iklan/ide itu jujur dan mengetahui jelas apa yang dibicarakan. Penggunaan kata yang berlebihan (exaggeration) seperti “larger than life” boleh saja selama itu hanya untuk menarik perhatian. Agar tidak rancu gunakanlah kata-kata yang jelas, kuat, menyenangkan dan meyakinkan

7. Sederhana, jelas dan lengkap
Tidak boleh ada kemungkinan salah mengerti dan harus dapat menyampaikan copy strategi dengan jelas

8. Hubungan yang jelas antara ide penjualan dan nama produk
Jelas menyebutkan nama produk dan menghubungkannya dengan ide penjualan

9. Menggunakan faedah maksimal daripada media iklan yang digunakan
Ide penjualan tertentu lebih cocok menggunakan media iklan tertentu. Iklan yang efektif menggunakan media iklan yang tepat untuk tujuannya dan mengambil semua keuntungan dari karakteristik media tersebut dan suasana konsumen ketika itu.

10. Menjual
Memastikan tumbuh keinginan yang kuat untuk membeli. Begitu kuat sehingga diingatkan sedikit saja dengan melihat susunan barang yang dipamerkan, terjadi pembelian.
.


Baca artikel selengkapnya ....

Prinsip-prinsip Dasar Iklan

Thursday, April 28, 2011

Sebagai salah satu bentuk promosi, jelas bahwa iklan memiliki prinsip-prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar iklan tersebut perlu diketahui sebelum membuat atau mengiklankan usaha bisnis agar iklan yang dibuat nantinya tidak melenceng dari tujuan. Ada beberapa prinsip dasar iklan antara lain:

1.Adanya pesan tertentu.

Dalam sebuah iklan pasti ada pesan tertentu yang tersirat untuk pihak lain. Iklan tidak akan ada tanpa adanya pesan, itu berarti tanpa pesan iklan tidak akan berwujud. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan, dapat berbentuk perpaduan antara pesan verbal dan pesan non verbal.

Pesan verbal adalah pesan yang disampaikan berupa kata-kata. Dalam pesan verbal, iklan merupakan rangkaian kata-kata yang tersusun dari huruf vokal dan konsonan yang membentuk makna tertentu. Betuk pesan verbal lisan dapat disampaikan melalui media audio maupun audio visual. Sementara pesan verbal tulisan dapat disampaikan melalui media cetak dan audio visual.

Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.

Semua pesan yang bukan pesan verbal ádalah pesan non verbal. Sepanjang bentuk non verbal tersebut mengandung arti, maka ia dapat disebut sebagai sebuah pesan komunikasi. Pesan non verbal dapat berupa non verbal visual, non verbal auditif dan non verbal non visual. Pesan non verbal visual adalah pesan yang dapat diterima khususnya melalui indra mata. Pesan non verbal visual secara umum terdapat tiga jenis, yaitu berbentuk kinestik, proksemik dan artifaktual. Pesan non verbal visual kinestik berwujud gerakan-gerakan tubuh/badan. Ia dapat berupa gerakan dari sebagian atau seluruh badan.

2.Dilakukan oleh komunikator (sponsor)

Pesan iklan ada karena dibuat oleh komunikator. Sebaliknya, bila tidak ada komunikator, maka tidak akan ada pesan iklan. Dengan demikian, ciri sebuah iklan adalah bahwa pesan tersebut dibuat dan disampaikan oleh komunikator atau sponsor tertentu secara jelas. Komunikator dalam iklan dapat datang dari perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi bahkan negara.

3.Dilakukan dengan cara non personal.

Dari pengertian iklan yang diberikan, hampir semua menyepakati bahwa iklan merupakan penyampaian pesan yang dilakukan secara non personal, meskipun ada juga iklan secara personal. Non personal artinya tidak dalam bentuk tatap muka secara langsung melainkan melalui sebuah media atau saluran. Penyampaian pesan dapat disebut iklan bila dilakukan melalui media baik itu media cetak seperti koran, brosur dan lainya ataupun audio seperti radio dan televisi.

4.Disampaikan untuk khalayak tertentu.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam beriklan, sebaiknya khalayak sasarannya bersifat khusus yaitu ditujukan untuk khalayak tertentu saja. Pesan yang disampaikan dalam sebuah iklan tidak diberikan kepada semua orang, melainkan kelompok target audience tertentu sesuai dengan produk yang dijual. Sasaran khalayak yang dipilih tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa pada dasarnya setiap kelompok khusus audience memiliki keinginan, kebutuhan, kesukaan, karakteristik dan keyakinan yang khusus. Dengan demikian, pesan yang diberikan harus dirancang khusus yang sesuai dengan target khalayak.

5.Dalam penyampaian pesan tersebut, dilakukan dengan cara membayar.

Penyampaian pesan yang dilakukan dengan cara bukan membayar oleh kalangan pengiklan, dianggap bukan iklan. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Pesan komunikasi yang disampaikan dengan cara tidak membayar, akan dimasukkan dalam kategori kegiatan komunikasi yang lain. Dalam kegiatan periklanan, istilah membayar sekarang ini harus dimaknai secara luas. Sebab, kata membayar tidak saja dilakukan dengan alat tukar uang, melainkan dengan cara barter berupa ruang, waktu dan kesempatan.

6.Penyampaian pesan tersebut, mengharapkan dampak tertentu.

Dalam sebuah visualisasi iklan, seluruh pesan dalam iklan semestinya merupakan pesan yang efektif, artinya pesan tersebut mampu menggerakkan khalayak. Semua iklan yang dibuat oleh pengiklan dapat dipastikan memiliki tujuan tertentu, yaitu berupa dampak tertentu di tengah khalayak misalnya agar khalayak mengikuti pesan iklan, seperti membeli barang dengan segera, tetap setia menggunakan produk yang diiklankan dan lain-lainya.

Sumber : http://beritawonganteng.blogspot.com/
.


Baca artikel selengkapnya ....

Klasifikasi Iklan berdasarkan Prinsip-prinsip Periklanan

Friday, January 22, 2010

Berdasarkan prinsip-prinsip periklanan, secara umum iklan dapat diklasifikasi menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

1. Iklan Produk. Iklan ini biasanya masuk dalam kategori konvensional. Berbagai perusahaan biasanya mengiklankan produknya kepada konsumen. Iklan produk ini semacam upaya untuk memberi tahu pada konsumen terhadap produk baru. Microsoft misalnya baru-baru ini meluncurkan Windows Vista. Untuk mengiklankan produk ini, kabarnya Microsoft mengeluarkan duit hingga milyaran dollar Amerika.
2. Iklan Eceran. Iklan kategori ini bersifat lokal dan berfokus pada toko. Misalnya saja, Anda sering menjumpai iklan-iklan di Carefoure yang menyampaikan produk murah. Iklan eceran berfokus pada tempat, harga, jam, dan ketersediaan barang.
3. Iklan Korporat. Jenis iklan ini befokus untuk membangun identitas korporasi atau untuk mendapatkan dukungan (opini) publik terhadap sudut pandang atau perubahan yang dilakukan sebuah perusahaan. PT Pertamina misalnya melakukan perubahan logo. Untuk itu, Pertamina melakukan iklan besar-besaran. Hal yang sama sebelumnya juga dilakukan Indosat dengan merubah logonya. Iklan korporat biasanya dibuat untuk membangun karakteristik baru atau citra baru dari sebuah perusahaan.
4. Iklan Bisnis ke Bisnis. Iklan ini termasuk jenis iklan baru. Contoh yang sederhana untuk menggambarkan iklan macam ini adalah sebuah perusahaan ban yang mengiklankan diri pada perusahaan manufaktur mobil. Jadi, perusahaan ban itu mensponsori ban mobil yang dibuat.

5. Iklan Politik. Iklan politik ini muncul di Amerika. Biasanya digunakan dalam event-event politik. Namun, seringkali iklan politik lebih cenderung pada pembentukan citra ketimbang berbicara tentang isu-isu yang sedang dihadapi masyarakat. Tetapi bukan tidak mungkin iklan politik hanya dibuat para politisi. Pemerintah Malaysia dan Thailand pada tahun 1998 juga membuat iklan politik. Mereka meluncurkan kampanye periklanan untuk memperbaiki reputasi mereka yang menguap dan mengembalikan investor yang hilang.
6. Iklan Direktori. Jenis iklan ini biasanya terdapat dalam direktory yellow pages. Iklan direktori ini unik karena ada kecenderungan para penggunanya siap membeli produk atau jasa ketika membuka direktori.
7. Iklan Respon Langsung. Iklan kategori ini melibatkan komunikasi dua arah antara pengiklan dan konsumen. Periklanan ini menggunakan sembarang media periklanan (pos, televisi, koran atau majalah), dan konsumen dapat menanggapinya, sering kali lewat pos, telepon atau faks. Banyak perusahaan memperbolehkan konsumen menanggapinya secara online. Sebagai contoh, Majalah Time menggunakan iklan televisi untuk periklanan respon langsung. Iklan tersebut mengajak para pemirsa menelepon satu nomor bebas pulsa untuk berlangganan majalah atau meminta informasi lebih lanjut. Serupa dengan itu, perushaan menggunakan kartu-kartu yang disisipkan ke dalam rak-rak penjualan yang dengan sendirinya merupakan mekanisme tanggapan. Konsumen hanya perlu mengisinya dan mengeposkan tanpa prangko untuk mendapatkan kiriman ke rumah.
8. Iklan Layanan Masyarakat. Iklan ini dirancang beroperasi untuk kepentingan masyarakat dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat. Iklan-iklan ini diciptakan bebas biaya oleh para profesional periklanan, dengan ruang dan waktu iklan merupakan hibah oleh media.
9. Iklan Advokasi. Iklan jenis ini berkaitan dengan penyebaran gagasan-gagasan dan klarfisikasi isu sosial yang kontroversial dan menjadi kepentingan masyarakat. Perusahaan yang menerapkan strategi periklanan pada masalah sosial seperti konservasi alam semakin bertambah banyak.

Dikutip dari: Principles of Advertising:A Global Perspektive, Monlee & Carla Johnson, 1999, The Haworth Press. Dirilis di weblog Komunikasi Publik (http://komunikasipublik.multiply.com)
.


Baca artikel selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Academics Blogs Academics Top Blogs blogarama - the blog directory Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits! Media Promosi

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP