Showing posts with label Fungsi Iklan. Show all posts
Showing posts with label Fungsi Iklan. Show all posts

Strategi Promosi dan Periklanan

Wednesday, July 18, 2012

Ada 5 bentuk promosi yaitu
(1) personal selling,
(2) advertising,
(3) sales promotion,
(4) public relations dan
(5) Publicity.

Masing-masing bentuk memiliki kekhususan sendiri yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi dari toko.

(1) Personal selling adalah bentuk promosi produk secara langsung kepada calon pembeli yang dianggap potensial oleh suatu perusahaan. Teknis pelaksanaannya dapat melalui tatap muka pada tempat-tempat yang dianggap representatif atau dapat dilakukan melalui telepon, atau mendatangi langsung calon pembeli tersebut.

(2) Advertising, adalah suatu media komunikasi yang bersifat massal dimana suatu sponsor telah menerima sejumlah pembayaran tertentu. Bentuk paling umum yang dapat ditemukan untuk jenis ini yaitu pada televisi dan radio atau pada media cetak (majalah dan surat kabar).

(3) Sales promotion, adalah suatu aktivitas yang dibuat sedemikian rupa untuk menjadi pelengkap advertising dan sekaligus sebagai media yang dapat memudahkan personnal selling.

(4) Public relations, memiliki ruang lingkup yang lebih luas dan lebih mengarah ke pembentukan opini bagi perusahaan dan produk yang dihasilkan.

(5) Publicity, yaitu bentuk khusus dari public relations dimana intinya adalah terdapat berita atau perkembangan terbaru dari suatu perusahaan atau produk.

Tujuan promosi
Secara umum, perusahaan melakukan promosi dengan tujuan untuk dapat lebih memberikan informasi kepada pengambil keputusan yaitu pembeli pada saat proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Selain itu untuk lebih memberikan penekanan pada ciri khas suatu produk dan mengajak pembeli-pembeli yang potensial.

Dalam konteks pengetahuan ekonomi, tujuan promosi adalah untuk mengubah lokasi dan bentuk dari kurva permintaan (demand/revenue). Secara singkat promosi ditujukan untuk lebih menarik minat para pembeli punya prospek dan potensial.

FUNGSI IKLAN
Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan
keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya.
Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, menurut Djayakusumah (1982:60)
setidaknya harus memenuhi kriteria AIDCDA yaitu:
- Attention : mengandung daya tarik
- Interest : mengandung perhatian dan minat
- Desire : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
- Conviction : menimbulkan keyakinan terhadap produk
- Decision : menghasilkan kepuasan terhadap produk

Sumber : http://nadiakurniapemasaran.blogspot.com/


Baca artikel selengkapnya ....

Mempertanyakan Fungsi Iklan Luar Ruang di Kota Jakarta

Tuesday, January 3, 2012

Apabila kita melakukan perjalanan ke Jakarta maka hampir setiap orang akan mengatakan bahwa kota tersebut sangat padat dan sumber kemacetan lalulintas di Indonesia. Selama hari kerja hampir seluruh ruas jalan dikota ini tersendat dan memakan waktu cukup lama untuk mencapai tujuan. Selain kemacetan kota Jakarta juga disuguhi oleh maraknya pembangunan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan oleh sebab itu berbagai macam promosi menghiasi jalan – jalan utama kota ini. Di beberapa wilayah dan di jalan manapun yang dilewati pasti akan menemukan berbagai bentuk promosi atau iklan yang menghiasai sudut–sudut jalan utama kota Jakarta, bahkan saat ini billboard–billboard semakin menjamur dengan menawarkan bermacan-macam promosi. Hal ini dilakukan dikarenakan kondisi Jakarta yang selalu macet sehingga menjadi komoditas oleh berbagai macam produk barang dan biro iklan untuk menarik masyarakat pengguna jalan menjadi massa yang konsumeris.

Beberapa wilayah utama di kota Jakarta seperti kawasan Kuningan, Senayan, dan Casablanca yang sering menjadi sumber kemacetan saat ini sudah dipenuhi oleh berbagai macam bentuk iklan luar ruang yang menawarkan macam-macam promosi. Sehingga ruang publik dipenuhi oleh promosi dan seakan-akan dibuat untuk tidak dapat bebas melihat kekosongan ataupun melihat pemandangan lain selain iklan. Tulisan ini akan bertujuan untuk mengkritisi posisi iklan luar ruang yang berada di wilayah – wilayah yang telah disebutkan diatas.

Iklan luar ruang kawasan Kuningan
Setiap sore hari tepatnya saat jam pulang kantor cobalah anda melewati kawasan kuningan Jakarta, disepanjang jalan tersebut pasti akan menemui kemacetan yang begitu panjang baik kearah Mampang ataupun Menteng. Sepanjang perjalanan akan disuguhi oleh berbagai macam billboard iklan dari mulai telepon seluler hingga produk kecantikan dan terpampang luas dalam setiap jembatan penyeberangan. Penulis sangat tertarik untuk mengkritisi iklan billboard di sekitar jalan rasuna said tepatnya diatas kembatan layang yang baru dibangun tepat menuju arah menteng. Ketika menaiki jembatan tersebut maka akan sangat tampak deretan biilboard memenuhi mata kita, dan secara tidak langsung pandangan kita akan beralih sesekali untuk melihat promosi apa yang disampaikan.

Bisa dibayangkan ketika kemacetan berlangsung dan kebosanan menghantui pikiran maka pajangan billboard tersebut akan merasuki pikiran, karena dalam suasana demikian segala macam bentuk pesan yang tertangkap oleh mata maka secara otomatis dapat menjadi bentuk pikiran. Satu diantara beberapa billboard tersebut adalah sebuah iklan Bank UOB, iklan tersebut menawarkan program yang bertajuk kuliner dengan diskon khusus menggunakan kartu kredit. Dalam billboard iklan bank UOB mereka menawarkan sebuah diskon makan sampai dengan 30 persen dibeberapa restoran. Billboard iklan Bank tersebut hanya menampilkan logo-logo dari restoran yang bisa digunakan oleh kartu kredit UOB, terlihat sedikit simple tanpa menggunakan model iklan. Tipografi tulisan yang menonjol dalam papan reklame tersebut adalah angka 30%, angka ini lebih ditonjolkan untuk menarik para pengendara akan diskon makanan. Pajangan iklan ini sangat kental rayuannya karena wilayah pemasangan iklannya disekitar kawasan perkantoran yang secara tidak langsung akan dapat menjadi inspirasi bagi pengguna kendaraan disekitar kawasan tersebut. Bisa dibayangkan pemaksaan konsumtif telah terjadi disini, paksaan disini bukan berarti mengharuskan tetapi dengan posisi iklan yang ada pikiran mengenai pesannya secara cepat mudah masuk dalam memori otak. Kondisi tersebut akan semakin berasa ketika kita berada persis ditengah – tengah jembatan layang tersebut pada keadaan tersendat dimana langit – langit malam terasa tertutup oleh hiasan lampu papan iklan.

Kawasan senayan menjadi arena mal bergerak
Wilayah senayan atau sekarang berubah nama menjadi areal gelora Bung Karno dahulu merupakan kawasan atlet dan pusat tempat berolahraga bagi warga kota Jakarta. Namun saat ini telah menjadi sebuah kawasan komersil yang terdiri dari hotel bintang lima hingga Mall kelas atas, bersamaan dengan itu sepanjang jalan Asia Afrika hingga Hanglekir saat ini dihiasi oleh banyaknya papan reklame iklan yang menyusuri sepanjang jalan tersebut. Seakan disesuaikan oleh wilayah komersil tersebut maka tampilan iklan yang dipromosikan berupa produk – produk kecantikan, pakaian, elektronik hingga rokok.

Papan – papan reklame iklan tersebut dipasang secara berjejer sehingga Nampak barisan billboard sepanjang jalan tersebut. Beberapa tampilan wanita dan elegannya teknologi menjadi dominasi tampilan isi billboard tersebut, para pembuat iklan Nampak masih ingin menampilkan keseksian tubuh seorang wanita saja. Tampilan wanita – wanita tersebut seakan – akan menandakan bahwa perempuan adalah makhluk konsumtif dan menjadi sebuah hiburan yang indah dipandang.

Disela-sela pajangan reklame iklan yang berderet disekitar kawasan Hanglekir tepatnya menuju senayan ada satu Billboard sensual yang menampilkan tubuh wanita. Billboard tersebut merupakan iklan dari celana Jean Levis, dalam rekalme ini menampilkan wanita berparas cantik dengan menonjolkan bagian pantatnya ke depan kamera. Gambar tersebut sebagai penanda bahwa celana Levis memiliki model ketat yang cocok untuk wanita muda, hal ini diperkuat dengan warna dasar pada Billboard yang berwarna pink sebagai simbol kewanitaan. Reklame ini secara kritis bisa dilihat sangat berbias gender sebab wanita ditampilkan sebagai objek lelaki terutama tubuhnya, sehingga ikon jeans yang ketat dan seksi hanyalah miliki wanita. Produk jeans yang ingin dipasarkan ini sangat tidak melihat sisi bagaimana wanita diposisikan, lokasi penempatan billboard yang dekat dengan mall Senayan City ini menandakan bahwa shopping adalah milik wanita.

Papan reklame lain yang perlu dicermati adalah iklan televisi LCD Samsung persis didepan plaza senayan Jakarta. Papan reklame ini menyerupai televisi dan menghadap kearah gedung plaza tersebut, tampilan ini bisa jadi menggambarkan bahwa realitas yang terlihat dalam televisi adalah seperti inilah dimana mall menjadi sarana tempat hiburan sekaligus tontonan bagi produk barang eksklusif. Samsung nampak jelas dalam pesan iklannya ini ingin menyampaikan pesan bahwa televisi LCD yang mereka produksi gambarnya sangat jernih dan mendekati realita, namun penempatan reklame tersebut mengarah ke sebuah pusat perbelanjaan mewah. Dengan demikian Samsung ingin menunjukkan bahwa hanya kelas atas dengan gaya hidup mewah yang dapat membeli produk tersebut, sehingga bisa dilihat bahwa iklan ini sangat berelasi denga kelas-kelas sosial.

Dari beberapa contoh iklan diatas bisa disimpulkan bahwa kawasan senayan saat ini telah menjadi sebuah mall bergerak selain oleh hadirnya pusat perbelanjaan sekitar daerah tersebut hadir pula papan – papan reklame yang isinya hampir sama dengan produk yang ditawarkan oleh pusat perbelanjaan.

Memaknai ruang iklan di Jakarta

Maraknya ruang papan reklame atau billboard di kota – kota besar seperti Jakarta merupakan bagian dari perkembangan industri periklanan yang semakin pesat. Industri dengan dukungan modal yang kuat dari pemilik modal ini semakin hari menjadi lahan subur bagi produsen untuk memasarkan mereka punya produk. Melalui agen – agen periklanan pula produk tersebut dapat laku keras dipasaran, namun seiring perkembangan tersebut pola konsumerisme masyarakat pun semakin meningkat. Apalagi sebuah kota member ruang bagi hadirnya iklan melalui reklame – reklame, proses pemasangannya dilakukan secara bebas dan dikondisikan dengan keadaan sekitar.

Jakarta saat ini hampir seluruh sudut jalannya telah dipenuhi oleh papan reklame iklan bahkan dengan perkembangannya bentuk iklan digital pun mulai marak, pemerintah DKI sendiri akan berencana mengganti papan reklame iklan dengan bentuk LCD atau digital. Secara tidak langsung akan memiliki dampak yang begitu besar kepada masyarakat. Karena reklame – reklame tersebut berada dalam ruang publik yang strategis bahkan terkadang berada dekat dari pemukiman.

Ada kesan bahwa pemasangan reklame tersebut merupakan bagian dari estetika keindahan kota metropolitan, hal ini diperkuat dengan model – model reklamenya yang terkesan bernuansa budaya pop sehingga nilai-nilai budaya industri terkampanyekan dengan efektif. Tidak hanya itu pola masyarakat pun berubah karena mencari tempat bersantai sudah disesuaikan dengan bentuk industri tersebut seperti mall dan cafĂ©, mengalahkan taman – taman kota bahkan bentuk rekreasi tersebut menunjukkan tipikal kelas social. Sehingga dapat dimaknai bahwa gambaran kehidupan kota Jakarta seperti papan reklame, yaitu sebuah kehidupan yang diwarnai dengan promosi dan konsumsi sehingga dapat menjadi komoditas bagi industri capital. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Jakarta saat ini telah menjadi sebuah kota dalam ruangan papan reklame iklan dimana kita tidak bisa lepas darinya sampai kita bisa mengkonsumsinya.

Apabila ingin mudah melihat bagaimana pola kehidupan masyarakat kota Jakarta maka mungkin dapat dilihat dari berapa banyak papan reklame yang terpasang disekitar wilayahnya, karena penulis melihat bahwa semakin banyak papan reklame terpajang maka kondisi masyarakat sekitarnya bisa dikatakan hidup dalam areal konsumerisme. Konsep periklanan yang menghiasi papan reklame dijakarta banyak mengambil bentuk budaya pop. Dan masih kecenderungan mengadopsi bias gender.

Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali fungsi – fungi iklan luar ruang di Jakarta, apakah papan reklame tersebut ingin menidurkan masyarakat dari kenyataan yang ada atau ini hanya permainan industri periklanan yang mengabaikan kenyamanan warga kota untuk menikmati diri dari jauhnya rutinitas konsumtif.

Tulisan ini merupakan bagian dari makalah penulis dalam rangka seminar tentang periklanan di Jogjakarta tahun 2009

Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/07/05/mempertanyakan-fungsi-iklan-luar-ruang-di-kota-jakarta/


Baca artikel selengkapnya ....

Pengertian, Jenis dan Fungsi Iklan

Tuesday, February 22, 2011

Pengertian iklan :

• Berasal dari bahasa Yunani, kurang lebih pengertiannya “ mengiring orang pada gagasan “
• Secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenalkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko.
• Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
• Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
• Iklan memiliki berbagai macam jenis, berdasarkan sifatnya iklan dibedakan atas iklan niaga dan nonniaga. Iklan niaga dibuat untuk mempengaruhi khalayak/masyarakat supaya tertarik untuk memiliki, membeli, dan mengunakan produk yang diiklankan. Iklan nonniaga/layanan masyarakat dibuat untuk menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat mempunyai rasa simpati atau memberikan dukungan terhadap hal yang diiklankan.
• Berdasarkan tujuan, iklan dibedakan atas iklan penawaran/permintaan dan iklan pengumuman. Sedangkan berdasarkan ruang (space), iklan dibedakan iklan baris dan displai. Iklan baris adalah iklan yang menggunakan bahasa singkat dan padat. Iklan baris biasanya disusun berdasarkan golongan yang sama. Misalnya: iklan penjualan rumah masuk dalam kolom properti atau rumah dijual.
• Iklan lowongan pekerjaan dan mencari pekerjaan masuk golongan karier, misalnya: pada setiap surat kabar penggolongan iklan diberi nama yang berbeda-beda. Iklan baris memiliki beberapa komponen, yaitu: komponen aktivitas, produk yang diiklankan, spesifikasi produk, dan identitas pengiklan.

Fungsi iklan :

Iklan sangat penting karena memiliki fungsi komunikasi yang kritis, yaitu: (Shimp,2000)
• Menginformasikan
Iklan membuat konsumen sadar akan adanya produk baru, memberikan informasi mengenai merk tertentu, dan menginformasikan karakteristik serta keunggulan suatu produk.
Pada tahap awal dari kategori produk, iklan sangat diperlukan untuk membangun permintan primer (kotler). Iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien karena mampu meraih khalayak luas dengan biaya yang relativ rendah.
• Membujuk
Tujuan ini sangat penting pada tahap persaingan, dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu (Kotler, 2000:578). Bebrapa iklan menggunakan comparative advertising yang memberikan perbandingan atribut dari dua atau lebih merk/produk secara eksplisit.
Iklan yang efektif akan membujuk konsumen utnuk mencoba menggunakan/mengkonsumsi suatu produk. Kadang-kadang iklan dapat mempengaruhi permintaan primer yang membentuk permintaan untuk seluruh kategori produk. Seringkali iklan ditujukan untuk membangun permintaan sekunder yaitu permintaan untuk merk perusahaan tertentu.
• Mengingatkan
Iklan dapat membuat konsumen tetap ingat pada merk/produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu. Maka konsumen tersebut akan menjadi kandidat pembeli. Iklan dengan tujuan mengingatkan ini sangat penting unruk produk matang (kotler, 2000:579)
• Memberikan Nilai Tambah
Iklan memberikan nilai tambah terhadap produk dan merk tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.
• Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.
Disamping itu, menurut Tellis (1998) periklanan memberikan dampak terhadap produksi massal dibutuhkan kemampuan suatu perusahaan untuk melayani pasar yang luas. Perusahaan harus memberi merk produknya dengan nama yang unik sehingga konsumen melakukan permintaan terhadap suatu barang tertentu. Jadi, produksi massal dan pemasaran dapat menguntungkan bila telah memiliki merk. Kedua, produksi massal membutuhkan kemasan yang baik. Sehingga perusahaan dapat memberi merk pada kemasan dengan desain dan nama yang unik. Oleh karena itu iklan merupakan alat komunikasi perusahaan terhadap konsumen untuk menyampaikan kualitas produk yang unik yang dapat dilihat dari kemasan unik dan merk produk yang dihasilkan.

http://triantoroblogs.blogspot.com/2009/10/pengertian-fungsi-iklan.html
.


Baca artikel selengkapnya ....

Fungsi Iklan Dalam Pemasaran

Friday, March 26, 2010

Iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media. Dengan demikian, iklan merupakan sarana komunikasi terhadap produk yang disampaikan melalui berbagai media dengan biaya pemrakarsa agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti. Sebagai media informasi produk, iklan dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak. Iklan harus memiliki karakteristik tertentu dan persuasif sehingga para calon konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan.

Ada empat pokok batasan iklan, yaitu;
1) iklan menyajikan gagasan terhadap barang atau produk berdasarkan konsep produknya,
2) iklan ditujukan kepada kalayak untuk menjangkau masyarakat kelompok besar yang kemudian dipersempit menjadi kelompok pasar,
3) iklan mempunyai sponsor yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya,
4) iklan dikenai biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan dan penayangan atas biaya perusahaan.

Fungsi iklan dalam pemasaran adalah memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya. Agar iklan berhasil merangsang tindakan pembeli, setidaknya iklan harus memenuhi kriteria AIDCDA sebagai berikut:
Attention : mengandung daya tarik
Interest : mengandung perhatian dan minat
Desire : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
Conviction : menimbulkan keyakinan terhadap produk
Decision : menghasilkan keputusan untuk memilih produk
Action : mengarah tindakan untuk membeli

Berdasarkan konsep AIDCDA, promosi periklanan memerlukan pengetahuan yang cukup tentang pola perilaku, kebutuhan, dan SEGMEN PASAR. Dengan konsep tersebut diharapkan konsumen dapat melakukan pembelian berkesinambungan. Segala daya upaya iklan dengan gaya bahasa persuasinya berusaha membuat konsumen untuk mengkonsumsi. Iklan harus mampu mengolah kelemahan produk
menjadi kelebihan, itulah fungsinya sebagai ujung tombak pemasaran.

Tujuan iklan biasanya dibangun atas empat
komponen, yaitu:
1) Aspek perilaku, merupakan tindakan-tindakan yang diharapkan pada
calon pembeli,
2) Sikap yang diharapkan, yang menyangkut sikap atau keistimewaan
produk,
3) Kesadaran, dalam mengembangkan produk-produk baru di pasaran merebut calon pembeli,
4) Positioning, sasaran konsumen.

Pengertian periklanan dapat ditinjau dari media, proses, gaya komunikasi, dan reaksi konsumen, sbb.:
1. Media informasi: Iklan merupakan suatu media informasi produk yang disampaikan kepada konsumen.
2. Proses iklan: Penyampaian informasi produk yang diprakarsai produsen untuk disampaikan melalui iklan ditujukan kepada konsumen sebagai penerima pesan.
3. Komunikasi persuasif: Gaya bujuk rayunya (persuasi) yang diterapkan pada iklan mengakibatkan konsumen terbius masuk lingkaran konotasi positif terhadap produk yang diinformasikan.
4. Reaksi Konsumen: Informasi yang jelas melalui iklan akan membuahkan reaksi atau tindakan hingga kesadaran untuk mengkonsumsi produk yang diinformasikan.

Iklan merupakan media komunikasi persuasif yang dirancang sesuai dengan karakter media, segmen pasar, dan kebutuhan masyarakat untuk mendapat tanggapan positif mengkonsumsi produk untuk membantu tercapainya tujuan pemrakarsa, yaitu keuntungan. Produsen sebagai pemrakarsa mewujudkan iklan untuk mengkomunikasikan produknya merupakan salah satu bentuk dalam strategi pemasaran. Maksud produsen terhadap tampilan produk yang dipublikasikan melalui periklanan, antara lain:
• Memperkenalkan identitas produk yang diinformasikan dan menjelaskan perbedaan produk dengan yang lain.
• Mengkomunikasikan konsep produk, yaitu manfaat dan kelebihannya dari segi fungsional, psikologis, atau nilai pasar sasaran.
• Mengarahkan pemakaian produk baik yang lama atau yang baru kepada pasar sasaran.
• Memberitahukan tempat penjualan atau pembelian untuk merangsang ditribusi yang lebih luas.
• Meningkatkan penjualan yang berarti pula produk meningkat.
• Membangun citra produk dan menjaga kemampuan posisi produk dalam pandangan pasar sasaran
• Menghadapi dan mengatasi masalah saingan antar produk







.


Baca artikel selengkapnya ....

Fungsi dan Tujuan Iklan

Thursday, January 7, 2010

Ada banyak pendapat tentang fungsi dan tujuan iklan. Iklan menjadi sangat penting untuk berkomunikasi antara perusahaan atau produsen dengan masyarakat. Secara umum, iklan memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut:

Memberikan informasi
Dengan iklan, khalayak atau masyarakat diberi informasi mengenai produk atau merek tertentu. Selain itu, dengan iklan, masyarakat atau khalayak diberi informasi mengenai karakteristik serta keunggulan suatu produk atau merek tertentu. Dengan demikian, iklan dapat membuat konsumen atau calon konsumen sadar akan adanya produk baru. Pada tahap awal produk, iklan sangat diperlukan untuk membangun permintaan primer.
Jadi, iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien karena mampu meraih khalayak luas dengan biaya yang relatif rendah.

Membujuk
Iklan juga berfungsi untuk membujuk khalayak atau masyarakat agar tetap menggunakan atau memakai atau mengkonsumsi produk atau merek tersebut. Hal ini sangat penting, terutama pada tahap persaingan dimana perusahaan ingin membangun permintaan selektif untuk produk tertentu. Beberapa iklan menggunakan comparative advertising yang memberikan perbandingan atribut dari dua atau lebih merek atau produk secara eksplisit.
Iklan yang efektif akan membujuk konsumen atau calon konsumen untuk mencoba menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk. Kadang-kadang iklan dapat mempengaruhi permintaan primer yang membentuk permintaan untuk seluruh kategori produk. Seringkali iklan juga ditujukan untuk membangun permintaan sekunder yaitu permintaan untuk merek perusahaan tertentu.

Mengingatkan
Iklan juga dapat membuat konsumen tetap ingat pada merek atau produk perusahaan. Ketika timbul kebutuhan yang berkaitan dengan produk tertentu, konsumen akan mengingat iklan tentang produk tertentu. Maka konsumen tersebut akan menjadi kandidat pembeli. Jadi, iklan juga bertujuan untuk mengingatkan khalayak atau masyarakat sebagai konsumen atau calon konsumen terhadap produk tertentu.

Memberikan Nilai Tambah
Iklan juga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk atau merek tertentu dengan cara mempengaruhi persepsi konsumen. Iklan yang efektif akan memberikan nilai tambah produk sehingga produk dipersepsikan lebih mewah, lebih bergaya, lebih bergengsi, bahkan melebihi apa yang ditawarkan oleh produk lain, dan secara keseluruhan memberikan kualitas yang lebih baik dari produk lainnya.

Mendukung Usaha Promosi Lainnya
Iklan juga dapat digunakan sebagai alat pendukung usaha promosi lainnya seperti sebagai alat untuk menyalurkan sales promotion, pendukung sales representative, meningkatkan hasil dari komunikasi pemasaran lainnya.
Disamping itu, menurut Tellis (1998) periklanan memberikan dampak terhadap produksi massal dibutuhkan perusahaan untuk melayani pasar yang luas. Perusahaan harus memberi merek produknya dengan nama yang unik sehingga konsumen melakukan permintaan terhadap suatu barang tertentu. Jadi, produksi massal dan pemasaran dapat menguntungkan bila telah memiliki merek. Produksi massal membutuhkan kemasan yang baik. Sehingga perusahaan dapat memberi merek pada kemasan dengan desain dan nama yang unik. Oleh karena itu iklan merupakan alat komunikasi perusahaan terhadap konsumen untuk menyampaikan kualitas produk yang unik yang dapat dilihat dari kemasan unik dan merk produk yang dihasilkan.


Baca artikel selengkapnya ....

Beberapa Fungsi Iklan

Thursday, December 24, 2009

Menurut berbagai sumber, iklan memiliki beberapa fungsi yang dapat disimpulkan atau dijelaskan sebagai berikut :

1. Fungsi Pemasaran
Fungsi pemasaran pada iklan adalah fungsi iklan untuk menjual atau memberikan informasi tentang barang, jasa maupun gagasan kepada masyarakat melalui media sebagai upaya untuk :
- mengidentifikasi produk dan menjelaskan perbedaannya dengan produk lain,
- menganjurkan penggunaan produk baru yang diiklankan tersebut secara bertahap,
- menunjang penyebaran untuk meningkatkan penggunaan produk yang diiklankan,
- membangun rasa cinta dan dekat pada produk yang diiklankan untuk mengikat konsumen atau calon konsumen dalam jangka waktu yang lama.

2. Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi pada iklan adalah fungsi iklan dalam upaya memberi penerangan dan informasi tentang produk yang diiklankan, memberi pesan yang berisi pendidikan, menciptakan pesan yang bersifat menghibur dan mempengaruhi khalayak untuk dekat dan selalu membeli dan memakai produk yang diiklankan secara tetap.


Baca artikel selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Academics Blogs Academics Top Blogs blogarama - the blog directory Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits! Media Promosi

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP